Baik, inilah kisah dracin emosional dengan judul "Tangisan yang Kucium Sebelum Tidur", dalam bahasa Indonesia, dengan gaya yang Anda minta: **Tangisan yang Kucium Sebelum Tidur** Embun pagi merayap di kelopak bunga peony, serupa dengan air mata yang membasahi pipi Lan, setiap kali ia memejamkan mata. Di balik senyum cerah yang selalu menghias wajahnya, tersembunyi rahasia yang membusuk, sebuah *kebohongan* yang ia pelihara dengan segenap jiwa. Lan adalah istri sempurna bagi Li Wei, pewaris tunggal Keluarga Zhang yang terhormat, namun pernikahan mereka adalah panggung sandiwara, di mana Lan memainkan peran dengan *sempurna*. Li Wei, di sisi lain, hidup dalam dunia emas yang dipenuhi kemewahan dan kekuasaan, namun hatinya kosong. Ia merasakan ada sesuatu yang ganjil dalam pernikahan mereka, sebuah ketidaksesuaian yang membuatnya gelisah. Ia mulai mencari *kebenaran*, meski ia tahu, kebenaran itu bisa menghancurkannya. "Lan, kenapa kau selalu terlihat sedih saat aku memelukmu?" tanya Li Wei suatu malam, suaranya lirih, nyaris berbisik. Lan hanya tersenyum getir. "Aku bahagia bersamamu, Wei. Bahagia *sekali*." Kata-kata itu seperti belati yang menikam jantung Li Wei. Ia merasakan ada sesuatu yang disembunyikan darinya. Ia mulai menyelidiki masa lalu Lan, mengorek luka lama yang sengaja ditutupi debu waktu. Semakin dalam Li Wei menggali, semakin ia menemukan kebenaran yang pahit. Lan bukan wanita polos yang ia kira. Ia adalah bagian dari masa lalu kelam keluarganya, sebuah *alat* yang digunakan untuk membalas dendam. Ayah Lan, seorang pengusaha jujur, telah dibangkrutkan dan difitnah oleh kakek Li Wei, membuatnya bunuh diri karena malu. Lan, yang masih belia saat itu, berjanji akan membalas dendam, menghancurkan Keluarga Zhang dari dalam. Pernikahannya dengan Li Wei hanyalah bagian dari rencana itu. Kebenaran itu menghantam Li Wei seperti gelombang tsunami. Dunia yang selama ini ia kenal runtuh seketika. Ia merasa dikhianati, dipermainkan, dan dihancurkan. "Lan, katakan padaku, semua ini tidak benar, kan?" Li Wei berteriak, air mata mengalir deras di pipinya. Lan menatap Li Wei dengan tatapan dingin yang belum pernah ia lihat sebelumnya. "Semua yang kau ketahui tentangku adalah kebohongan, Wei. Aku di sini untuk menghancurkanmu." Kata-kata itu adalah pukulan terakhir bagi Li Wei. Ia terdiam, hatinya hancur berkeping-keping. Namun, di balik kesedihan dan kemarahannya, muncul sebuah tekad. Ia tidak akan membiarkan Lan menghancurkannya. Ia akan membalas dendam, dengan caranya sendiri. Li Wei mulai merencanakan pembalasannya. Ia tidak ingin melukai Lan secara fisik, ia ingin menghancurkan hatinya, seperti yang telah ia lakukan padanya. Ia mulai mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Lan, kebohongan yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun. Pada malam ulang tahun pernikahan mereka, Li Wei mengumpulkan seluruh anggota Keluarga Zhang. Di hadapan semua orang, ia membongkar kebohongan Lan. Ia menunjukkan bukti-bukti yang tak terbantahkan, menghancurkan citra Lan sebagai istri sempurna. Lan terdiam, wajahnya pucat pasi. Ia tahu, permainannya telah berakhir. Li Wei menatap Lan dengan tatapan *tenang*, namun mematikan. "Kau ingin menghancurkanku, Lan? Kau telah berhasil. Tapi aku akan memastikan, kau juga akan merasakan sakit yang sama." Li Wei kemudian menyerahkan Lan kepada pihak berwajib, atas tuduhan penipuan dan pencemaran nama baik. Ia melihat Lan dibawa pergi, tanpa ekspresi di wajahnya. Pembalasan dendam Li Wei *tenang*, namun *menghancurkan* seperti senyum yang menyimpan perpisahan. Ia telah menghancurkan hidup Lan, menghancurkan impiannya, menghancurkan segalanya yang ia miliki. *** Beberapa tahun kemudian, Li Wei menemukan sepucuk surat tanpa nama di antara barang-barang peninggalan Lan. Isinya hanya satu kalimat: "Apakah kau pernah bertanya, siapa yang menyuruhku melakukan semua ini?"
You Might Also Like: Cerpen Aku Berdiri Di Antara Dua
